Ini Cara Berkomunikasi dengan Anak, Sama-sama Belajar Yuk!

cara mengelola emosi

Aku menyadari bahwa menjadi new mom tidak serta merta memiliki kemampuan parenting yang baik. Bahkan jika sudah banyak belajar tentang parenting pun, tidak menjadi jaminan untuk bisa menerapkan teori parenting yang sudah dipelajari. Its all about practice

Aku yakin semua ibu hebat juga pernah melakukan kesalahan parenting dan belajar dari pengalaman tersebut. Menurutku, hal yang paling penting dalam ilmu parenting adalah komunikasi. Bahkan bisa dibilang, komunikasi penting dalam segala hal. Nah, kali ini mari kita belajar sama-sama tentang cara berkomunikasi yang baik dengan anak.

5 Cara Komunikasi yang Baik dengan Anak

Komunikasi dengan anak adalah aspek penting dalam parenting dan sangat mempengaruhi hubungan orang tua dengan anak serta berpengaruh pada perkembangan anak. Komunikasi dengan anak juga menjadi tanggung jawab kedua orang tua, bukan ibu saja, jadi ayah dan ibu harus kompak dalam hal ini. Berikut beberapa tips berkomunikasi dengan anak.

1. Berikan Perhatian Penuh pada Anak

Anak cenderung suka jika diberi perhatian penuh oleh orang tuanya, terlebih lagi anak perempuan yang jika berbicara ingin diperhatikan dan dilihat wajahnya. Dengan begitu, anak akan merasa didengarkan dan dipedulikan. Saat anak berbicara maka dengarkan dengan sabar, perhatikan dengan baik, jangan disela, lalu berikan tanggapan positif dan tunjukkan bahwa kita benar-benar memahami mereka.

2. Gunakan Kalimat Singkat dan Mudah Dimengerti

Saat berbicara dengan anak sebaiknya gunakan kalimat yang singkat dan mudah dimengerti sehingga anak langsung paham apa yang dimaksud. Contohnya: Coba adek cerita tentang sekolah hari ini. Tidak perlu bertanya panjang lebar dan detail, biarlah anak yang menceritakan semuanya kepada kita.

3. Berikan Gestur Positif atau Komunikasi Nonverbal

Yang dimaksud komunikasi nonverbal adalah gestur tubuh seperti senyuman, tatapan mata, gerakan tangan atau anggukan kepala. Hal ini juga sangat penting dilakukan untuk menunjukkan perhatian dan dukungan orang tua saat anak sedang berbicara atau bercerita.

4. Hindari Kekerasan Verbal pada Anak

Sebisa mungkin hindari kekerasan verbal pada anak, yaitu penggunaan kata-kata atau bahasa yang bersifat merendahkan, menghina, mengancam, menyakiti, memojokkan dan lain-lain. Hal ini dapat menyakiti anak sehingga mempengaruhi kesehatan mental dan emosinya. Jika anak melakukan kesalahan atau ada masalah sebaiknya fokus mencari solusi daripada menyalahkan anak, hindari kritik dan merendahkan anak.

Tak hanya kepada anak, kekerasan verbal pada pasangan juga sebaiknya dihindari dan jangan sampai melakukan kekerasan verbal di depan anak. Big No! Karena anak akan meniru orang tuanya.

5. Pilih Waktu dan Tempat yang Pas

Berkomunikasi dengan anak juga perlu pilih-pilih waktu dan tempat yang pas supaya komunikasinya berjalan dengan baik dan positif. Bisa juga membuat jadwal komunikasi dengan anak untuk membangun bonding, misalnya bercerita atau curhat sebelum tidur. Ini bisa menjadi rutinitas yang baik untuk anak bisa berkeluh kesah menceritakan pengalaman dan perasaan mereka kepada orang tuanya.

Cerdas Berkomunikasi dengan Anak, Sesuaikan dengan Kepribadian dan Kebutuhan

Berkomunikasi dengan anak mungkin akan menjadi hal yang sulit karena prosesnya panjang dan berlangsung lama. Belum lagi anak akan bertumbuh seiring berjalannya waktu sehingga memiliki kepribadian dan pola pikir yang berkembang.

Cara berkomunikasi dengan anak usia 5 tahun tentu berbeda dengan anak usia 10 tahun ke atas. Apalagi saat memasuki masa remaja, anak-anak cenderung menutup diri. Namun di waktu inilah anak akan belajar cara mengelola emosi dengan baik. Itulah sebabnya orang tua harus memberikan dukungan untuk membentuk emosi dan mental anak.

Dalam hal ini, orang tua juga harus ikut berkembang dan menyesuaikan cara berkomunikasi dengan anak sesuai dengan kepribadian dan kebutuhan mereka. Jika komunikasi dengan anak baik, maka bonding atau ikatan antara orang tua dengan anak pun akan bagus. Hal ini tentu sangat berpengaruh baik pada perkembangan anak secara emosi dan mental.


16 Komentar

  1. Karena ketidaktahuan, bisa terjadi orangtua melakukan kekerasan verbal kepada anak ya.. Terima kasih sharing infonya..jadi lebih tahu dan berhati-hati dlm komunikasi dg anak nih..

    BalasHapus
  2. Sangat bermanfaat, cara-cara ini wajib banget dipraktikan supaya anak ga takut sama kita. Terutama ayah

    BalasHapus
  3. Yang paling challenge itu nomor dua. Kadang kalau mau jelasin alasan kenapa A, harus belok-belok dulu. Apalagi kalau anaknya banyak tanya atau emaknya lagi ngomel, jadinya enggak bakal puas kalau jawaban/penjelasannya singkat. Hehee .. ❤️

    BalasHapus
  4. Sering saya amati orang tua jaman dulu yang kalau bosen sama omongan anak, bisa melengos begitu saja. Hingga kekerasan verbal juga, dengan dalih capek atau hanya meluapkan emosi. Semoga hal itu tidak terulang dalam mendidik anak-anak saat ini.

    BalasHapus
  5. Susah banget lho berbicara dengan anak tanpa emosi itu. Sungguh saya suka nyesal kalau lagi marah marah lalu merembet ke anak. Padahal tak seharusnya demikian. Luka batin anak pasti membekas ya setelah itu...

    BalasHapus
  6. Mempelajari kepribadian anak itu susah tapi ternyata penting agar komunikasi bisa lancar ya.

    BalasHapus
  7. Komunikasi dengan anak sangat penting, apalagi sebagai orang tua. Kita harus bisa lebih memahami sang anak dan lebih bersabar.

    BalasHapus
  8. Sulit untuk dipraktekkan tapi mau ga mau harus dilakukan biar anak makin dekat

    BalasHapus
  9. Cara komunikasi yang efektif itu memang penting banget dipelajari ya, gak cuma dengan anak tapi juga dengan pasangan dan orang lain. Kalau pepatah bilang, mendidik anak itu sesuai dengan jamannya, termasuk mungkin saat ini cara berkomunikasi dg anak juga disesuaikan dg usia dan jaman sekarang ya, dengan tetap menekankan norma yang ada

    BalasHapus
  10. Betul bgt, meskipun belum menikah aku bersyukur bisa belajar parenting dengan mengamati langsung 4 ponakan ku, dan valid setiap anak punya gaya komunikasi yg berbeda tergantung karakternya

    BalasHapus
  11. Skills dalam berkomunikasi ini kudu terus dilatih ya..
    Terutama terhadap suami dan anak-anak yang setiap hari bertemu. Khusus untuk anak, komunikasi ini bisa memberikan imun terbaik serta meningkatkan kepercayaan diri anak juga.

    BalasHapus
  12. Lemah lembut dan perlahan, apalagi untuk anak yang baru mengenal kosa kata juga ya. Karena komunikasi secara intens perlu dilakukan

    BalasHapus
  13. Setujuuu! Kadang memang susah sekali berbicara dengan anak, mungkin karena memang kita juga ga paham caranya. Nice artikel kak!

    BalasHapus
  14. Berkomunikasi dengan anak rasanya jadi seni yang terus menerus harus kita pelajari ya. Saya pun masih terus belajar ilmu yang satu ini. Salah satu kuncinya menurut saya adalah rasa sabar, walau saya sendiri pun masih sering kewalahan untuk menerapkannya hehe.

    BalasHapus
  15. Komunikasi dengan anak memang nggak gampang. Anak-anak itu kan punya kepribadian dan kebutuhan yang berbeda-beda, tergantung usianya. Makanya, kita sebagai orang tua harus pintar-pintar menyesuaikan cara berkomunikasi kita dengan mereka.

    BalasHapus
  16. Betul ya, jadi orang tua adalah belajar seumur hidup. Bahkan urusan komunikasi pun harus terus diasah dan dipelajari seiring usia anak.

    Karena anakku udah tiga, selain hal-hal di atas aku juga sangat menghindari ucapan membanding-bandingkan dengan kakak atau adik, atau dengan anak lainnya.

    BalasHapus
Lebih baru Lebih lama