Sebelum Endorse, Kenali Dulu Kontrak Kerja Sama dengan Influencer

tips influencer pemula
Photo by Khwanchai Phanthong

Endorsement merupakan strategi marketing secara tidak langsung. Artinya, promosi tidak dilakukan sendiri oleh produsen maupun tim promosi dari perusahaan tersebut melainkan dilakukan oleh pihak lain yang dalam hal ini adalah influencer. Strategi ini sekarang seolah menjadi hal wajib yang harus dilakukan untuk meningkatkan popularitas sebuah produk.

Istilah influencer itu sendiri merupakan sebutan bagi orang yang memiliki akun media sosial dengan jumlah pengikut yang banyak dan mempunyai insight tinggi pada setiap kontennya. Orang yang demikian dianggap bisa memberikan pengaruh kepada followers-nya. Kemampuan inilah yang kemudian dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan produk.

Mengenal Perjanjian Kerja Sama dengan Influencer

Dalam strategi promosi melalui endorsement, biasanya akan dipilih influencer yang memenuhi kriteria. Umumnya kriteria yang ditetapkan berkaitan dengan jumlah pengikut media sosial, tingkat insight hingga niche atau tema utama pada akun media sosialnya. Kriteria tersebut ditetapkan oleh pemilik produk sebagai pengguna jasa influencer.

Kerja sama antara pemilik produk dengan influencer merupakan kerja sama yang profitable atau memberi keuntungan bagi kedua pihak. Maka antara keduanya harus terdapat kontrak yang jelas. Kontrak kerja sama menjadi bukti resmi yang tertulis dan mengatur setiap hak dan kewajiban masing-masing pihak selama masa kerja sama.

Hal-hal yang Harus Ada di Kontrak Kerja Sama dengan Influencer

Kontrak kerja sama endorsement bisa disusun bersama-sama oleh pemilik produk dan influencer. Tujuannya agar tercapai kesepakatan untuk melaksanakan tugas masing-masing tanpa adanya paksaan. Selain itu, kontrak kerja sama harus memenuhi empat syarat seperti yang ditetapkan dalam pasal 1320 KUH Perdata berikut ini.

1. Adanya Kesepakatan

Pemilik produk dan influencer harus sudah mencapai kesepakatan dalam kontrak kerja sama endorsement. Artinya kedua belah pihak tidak berada di bawah tekanan saat melaksanakan kewajibannya. Kontrak kerja sama juga tidak akan disahkan jika masih ada hal yang belum disepakati.

2. Adanya Kecakapan Hukum

Kontrak kerja sama endorsement tidak bisa dibuat oleh sembarang orang. Baik pemilik produk maupun influencer harus memiliki kecakapan hukum untuk dapat terlibat dalam kerja sama yang resmi. Sebab nantinya kontrak kerja sama yang dibuat memiliki kekuatan hukum yang mengikat kedua belah pihak.

3. Adanya Hak dan Kewajiban yang Jelas

Seperti dikatakan bahwa kontak kerja sama endorsement memuat hak dan kewajiban masing-masing pihak selama masa kerja sama. Hak dan kewajiban tersebut harus tercantum dengan jelas dalam kontrak kerja sama. Hal itu penting agar kedua pihak benar-benar memahami apa yang harus dilakukan dan apa yang berhak diperolehnya.

4. Adanya Aturan yang Benar

Pemilik produk dan influencer memiliki kebebasan menentukan hal-hal yang disepakati dalam perjanjian kerja sama. Namun bukan berarti kedua pihak bisa mencantumkan hal-hal yang dilarang. Dengan kata lain, kontrak kerja sama harus berisi aturan yang benar sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Ciptakan Kontrak Kerja Sama yang Tepat bersama Kontrak Hukum

Kontrak kerja sama merupakan sesuatu yang sangat krusial. Di dalamnya terdapat aturan dan ketentuan yang harus diikuti kedua pihak. Terdapat sanksi yang bisa dijatuhkan pada pihak yang tidak melakukan tugas sesuai kesepakatan. Karena itulah, kontrak kerja sama tidak bisa dibuat asal-asalan.

Jika Anda termasuk pemilik produk yang belum punya banyak pengalaman dalam membuat kontrak kerja sama, percayakan pekerjaan tersebut pada Kontrak Hukum. Anda akan dibentuk membuat kontrak kerja sama yang sesuai dengan kebutuhan bisnis. Dengan kontrak kerja sama yang benar, maka segala jenis risiko bisa dihindari.

 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama